Minggu, 05 Januari 2020

Pendapat tentang Manajemen Proyek di Indonesia

Pendapat tentang Manajemen Proyek di Indonesia

Menurut saya, saat ini manajemen proyek di Indonesia masih kurang. Masih ada hal yang perlu dibenahi manajemen proyek di Indonesia. Contoh, saat pembangunan flyover di jalan Jakarta, jalan menjadi sangat sempit dan menjadi macet akibat dari pembangunan flyover tersebut. Harusnya pengendara bisa menggunakan jalan alternatif untuk sementara sampai flyover tersebut sudah selesai.

Contoh Kasus Manajemen Resiko di Indonesia

Contoh Kasus Manajemen Resiko

Proyek pembuatan jembatan termasuk proyek yang besar. Proyek pembuatan jembatan ini dibuat untuk menyebrangi kali atau sungai dan laut. Salah satu contoh pembuatan jembatan Suramadu, jembatan ini adalah jembatan untuk menyebrangi laut dari Surabaya ke Madura maupun sebaliknya, jembatan ini harus dirancang dengan baik dan diperhitungkan dengan benar dan harus dengan bahan-bahan yang bagus dan juga harus dikerjakan dengan orang-orang terbaik. Resiko proyek ini adalah jika ada baut yang hilang atau bahan bahan yang tidak bagus maka jembatan akan rubuh.

Pengertian Manajemen Resiko

Pengertian Manajemen Resiko

Manajemen resiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya.

Pengertian Manajemen Proyek dan Contoh kasus



Pengertian Manajemen Proyek

Manajemen proyek adalah suatu penerapan keahlian, dan keterampilan. Manajemen proyek tersebut kini sudah menjadi suatu kewajiban untuk mengelola kinerja kerja

Contoh Kasus Manjemen Proyek

Kasus yang belakangan menjadi tren, yaitu gugatan seorang penumpang kepada maskapai Garuda Indonesia layak untuk kita pelajari dan ambil hikmah dari kasus ini. Gugatan yang dilayangkan jumlahnya tidak main-main, B.R.A Kosmariam Djatikusomo menggugat PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) sebesar Rp 11,25 miliar. Kalau saja gugatan ini dimenangkan oleh Kosmariam, tentu saja ini akan semakin memberatkan keuangan Garuda Indonesia. Apalagi belakangan kita ketahui bahwa tahun lalu Garuda Indonesia belum berhasil mencetak laba. Pada tahun 2017, Garuda menderita kerugian bersih sebesar 213,4 juta dollar AS. Angka tersebut menurun dibandingkan laba bersih yang dileroleh Garuda pada tahun 2016 sebesar 9,36 juta dollar AS.